Home / Sports / Badminton / Tim Bulutangkis Indonesia Berpeluang Lampaui Prestasi di Incheon

Tim Bulutangkis Indonesia Berpeluang Lampaui Prestasi di Incheon

Tim Bulutangkis Indonesia Berpeluang Lampaui Prestasi di Incheon

JAKARTA – Team bulutangkis Indonesia berkesempatan melebihi pencapaian medali di Asian Games Incheon empat tahun kemarin. Enam wakil Merah Putih yang maju ke set perempat final serta semi final mengawasi harapan keping emas dari nomer perseorangan.

Dua medali emas jadi beban cabang berolahraga bulutangkis di Asian Games 2018. Sumbangan medali diinginkan dari nomer perseorangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon Fernaldi serta ganda kombinasi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Tujuan ini sama dengan pencapaian medali emas Indonesia pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Saat itu keping emas disumbangkan ganda putra Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan serta ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Akan tetapi, menilik debut pebulutangkis Merah Putih di hari ke-2 tempo hari, Indonesia berkesempatan menambang medali emas dari cabang berolahraga popular ini. Ganda kombinasi serta ganda putri bahkan juga telah pastikan satu medali sesudah meluncur ke semi final yang diselenggarakan siang hari ini.

Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses meluncur ke semi final sesudah hentikan Lee Chun hei Reginald/ ChauHoiWah(Hong Kong), 21-15, 17- 21, 21-16 di Istana olahraga Gelanggang olahraga Bung Karno. Walau pastinya mencapai medali perunggu, favorit ke-3 ini masih tetap mempunyai peluang memperoleh yang lebih.

Pasangan yang barusan menjaga titel di Indonesia Open itu harus menaklukkan favorit pertama yang juara dunia 2018, Zheng Siwei/Huang Yaqiong dari China, untuk memperoleh ticket ke final.

“Kami tahu, mereka pasangan yang kuat. Mereka rangking satu dunia, lebih yakin diri karena baru jadi juara dunia. Di pertemuan paling akhir kami menang, semoga besok (ini hari) kami dapat mengaplikasikan alur yang sama serta support supporter yang mengagumkan.

Saya ingat waktu di Indonesia Open, Zheng berpasangan dengan Chen (Qingchen). Tuturnya, lapangannya bergetar, semoga besok lebih bergetar lagi agar dia juga bergetar,” kata Liliyana tempo hari.

Begitupun dengan andalan Indonesia di nomer ganda putri, Greysia Polii/ Apriyani Rahayu yang mengambil langkah ke semi final selesai menaklukkan Tang Jinhua/Zheng Yu (China)18-21, 24-22, 21-16, kurun waktu 89 menit.

Kedua-duanya juga berpeluang mencapai minimum medali perak bila dapat menangani perlawanan wakil Jepang, Ayaka Takahashi/Misaki Matsutomo, di semi final. Pada nomer ganda putra, Muhammad Rianardianto/Fajar Alfian juga melenggang mulus ke perempat final selesai mengalahkan pasangan Korea, Search engine optimization Seungjae/Kim Wonho, 21-18, 21-13 di set 16 besar.

Di pertandingan selanjutnya mereka dinanti wakil Malaysia, Teo Ee Yi/Ongyew Sin, yang tundukkan Sonoda Keigo/Kamura Takeshi (Jepang) 21-14, 21/17. Sesaat tunggal putra sukses kirim dua wakilnya ke set perempat final.

Capaian itu karena Jonatan Christie yang memenangi pertandingan seru menantang Khosit Phetpradab, wakil Thailand, 17- 21, 21-18, 21-18, dan Anthony Sinisuka Ginting yang hentikan perjalanan Kento Momota (Jepang) 21-18, 21-18.

Di pertandingan selanjutnya, Jonatan akan melawan pebulutangkis asal Hong Kong, Wong Wing Ki Vincent. Sedang Anthony akan melayani juara Olimpiade 2016 asal China, Chen Long. “Saya akan mengawasi konsentrasi serta mental di lapangan.

Saya akan lakukan persiapan berbentuk mengawasi konsumsi makan serta tentu saja recoverykaki saat alami kram di final beregu,” katanya. Selain itu, pasangan ganda putra andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon Fernaldi, juga pastikan satu ticket di set perempat final sesudah menangani perlawanan seru wakil Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, 21-16, 19-21, 21- 18.

Hasil ini membuat pasangan berjuluk Minions itu mengawasi harapan emas yang dibebankan pada mereka semenjak awal. “Tadi memang sudah sempat tertinggal karena ikuti irama permainan lawan. Saya sempat juga tergesa-gesa bermain cepat. Menjadi kami merubah taktik dengan gabungan bermain cepat-lambat serta pada akhirnya dapat memenangi laga,” katanya.

Di pertandingan selanjutnya pasangan rangking pertama dunia itu akan melawan wakil Malaysia, Tan Wee Kiong/Goh V Shem, yang menaklukkan ganda putra dari Nepal, Bikash Shrestha/Nabis Shresta, 21- 9, 21-12.

Sayangnya, kesuksesan itu tidak berhasil dibarengi wakil dari nomer tunggal putri. Gregoria Mariska Tunjung serta Fitriani mesti mengaku kelebihan wakil India di set 16 besar. Gregoria tidak dapat menangani permainan PV Sindhu serta kalah 12-21, 15-21. Sedang Fitriani tidak berhasil memberi perlawanan dari Saina Nehwal 6-21, 14-21.

Pencapaian Medali

Indonesia mengawasi pencapaian medali di hari ke-7 Asian Games 2018 sesudah meningkatkan satu emas dari cabang tenis nomer ganda kombinasi tempo hari. Sampai semalam keseluruhan medali yang telah dikoleksi team Merah Putih,yaitu 10 emas, 12, perak, serta 16 perunggu.

Jumlahnya ini membuat tuan-rumah berkelanjutan di rangking ke lima klassemen sesaat. Tidak hanya emas dari tenis, sumbangan medali juga hadir dari cabang berolahraga menembak sesudah Muhammad Sejahtera Dwi sukses memper sembahkan medali perak pada nomer running tujuan kombinasi 10 mtr. putra.

Tera yang menghimpun 380 point cuma terpaut empat angka dari petembak Korea Utara, Myong Won Pak, yang mencapai medali emas. Medali perak di cabang berolahraga menembak ini jadi yang pertama yang didapat Indonesia semenjak akhir kali dicapai oleh Elias Joseph Lessy pada Asian Games 1966.

Tera mengakui begitu bersukur dengan medali perak yang diraihnya. Masalahnya dia sudah sempat tidak berhasil masuk final pada nomer individu putra 10 mtr. running tujuan. “Kemarin ialah histori. Alhamdulillah ini hari saya dapat tampil lebih baik,” papar Tera-sapaan akrab Sejahtera Dwi.

Sumbangan medali juga hadir dari cabang berolahraga kano nomer sprint 200 mtr. putri. Team yang di isi Monim Alvonsima, Mayache Ibo Stevani, Masripah, Shifa Garnika, Nur Karim, Kafolakari Christiana, Selvianti Devi Hidayat, Fitra Raudina, Dwijayanti Asrti, Nurbayan Fazriyah, Ramlah B, Since Lithasova Yom, serta Ririn Puji Astiti itu mencapai perak dengan catatan waktu 58,817 detik.

Mereka cuma kalah dari team China yang menyentuh garis finish dengan 56, 161 detik. Sedang perunggu dihuni Korea dengan catatan waktu 56,851 detik. Pada cabang berolahraga golf, team beregu putra Indonesia akhiri hari ke-3 di tempat ke-7 bersama dengan Filipina sesudah menghimpun 647 pukulan atau satu dibawah par.

Hasil itu adalah penyatuan hasil permainan dari Jonathan Wijono, Kevin Caesario Besar, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, serta Almay Rayhan Yagutah. Di pertandingan ini Almay cetak hasil terunggul dibanding tiga pegolf putra Indonesia yang lain. Dia bermain par.

Akan tetapi, di klassemen sesaat, Almay serta Jonathan tiesdi tempat ke-21 dengan semasing menghimpun 217 pukulan atau satu diatas par. Sesaat Naraajie terlempar ke tempat ties27 sesudah cetak 75 pukulan atau tiga diatas par.

“Permainan saya ini hari tidak bagus, banyak membuat kekeliruan sendiri. Banyak bogey. Terpenting di back nine par 5, saya banyak membuat dua putt serta bogey. Saya tidak tahu mengapa, tetapi rasa-rasanya ini hari saya cuma tidak bisa feel-nya saja sama speed putting-nya.

Besok saya mesti main rapi serta tentunya sabar agar dapat bisa feel serta bermain lebih baik lagi,” kata Almay. Di bagian putri, Ida Ayu Indira Melati Putri jadi pegolf putri Indonesia yang cetak hasil terunggul.

Dia tempati rangking ke-7 klassemen sesaat sesudah cetak 70 pukulan atau dua dibawah par. Pegolf yang biasa di panggil Mela ini keseluruhan menghimpun 212 pukulan atau empat dibawah par.

Sesaat Ribka Vania turun ke ties12 sesudah cetak 75 pukulan atau tiga diatas par. Dia menghimpun hasil yang sama juga dengan tiga pegolf yang lain, yakni An Hoyu serta Hou Yuchiang (China Taipei) dan Jeong Yunji dari Korea.

Mereka masingmasing menghimpun 215 pukulan atau satu dibawah par. Dengan hasil kedua-duanya, team putri Indonesia sesaat ini tempati rangking ke enam dibawah China, Korea Selatan, Filipina, Jepang, serta Thailand.

 Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Atasi Pemain Tuan Rumah, Kenin Tantang Juara Olimpiade

Atasi Pemain Tuan Rumah, Kenin Tantang Juara Olimpiade QUEBEC – Petenis favorit nomer lima, Sofia ...