Home / Sports / Badminton / Indonesia Tanpa Gelar di All England, PBSI Mengaku Gagal

Indonesia Tanpa Gelar di All England, PBSI Mengaku Gagal

Indonesia Tanpa Gelar di All England, PBSI Mengaku Gagal

Indonesia Tanpa Gelar di All England, PBSI Mengaku Gagal

JagoBola.com – Ditargetkan mempertahankan dua titel yang didapat tahun lalu, Indonesia justru pulang tanpa gelar dari All England 2015. PB PBSI tak menyangkal kalau mereka telah gagal di ajang tersebut.

Indonesia cuma meloloskan satu wakilnya di final melalui pasangan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad. Menjadi satu-satunya harapan, Owi/Butet kalah dua set langsung oleh ganda China Zhang Nan/Zhao Yunlei 10-21, 10-21.

Kegagalan Indonesia mewujudkan target dua gelar sudah terbaca sejak babak kedua. Ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang diharapkan bisa mempertahankan gelar tumbang oleh Fu Haifeng/Zhang Nan juga dengan dua set langsung.

Kejutan lain datang dari Simon Santoso. Pemain tunggal putra yang digadang-gadang bisa masuk final, justru kalah dari rekan senegaranya Dionysius Hayom Rumbaka di babak kualifikasi dengan skor 17-21, 16-21.

“Memang kami harus punya target, tapi kali ini gagal. Tapi bukan berarti kami harus panik atau pesimis dengan hasil yang kami capai,” ucap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky

“Saya hanya bisa komentar bahwa kami baru lakukan suatu metode latihan yang baru. Kami akan evaluasi apakah sudah ke arah yang baik atau harus ada perubahan. Karena sudah lihat ada peningkatan permainan para pemain di tiga turnamen Eropa,” lanjut Rexy pada detikSport.

Program baru yang dimaksud Rexy adalah upaya memaksimalkan sport science. Di mana contoh kasus pasangan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad, ternyata yang bermasalah bukan Vo2 Maxnya, melainkan kekuatan otot mereka.

Selanjutnya, tim bulutangkis Indonesia diharapkan tidak berlarut-larut menyesali kegagalan. Apalagi ada beberapa event besar di depan mata seperti Piala Sudirman di Dongguan, China, pada Mei dan Kejuaraan Dunia yang digelar di Jakarta pada Agustus 2015.

“Akan kami evaluasi dengan para pelatih sekembalinya mereka dari Eropa,” sahutnya.

“Terkait apakah event selanjutnya masih tetap mengandalkan pemain-pemain senior di event mendatang? Kami akan mix up. Kami harus ada dalam team yang punya pengalaman. China juga masih mengandalkan pemain yang sama. Kami harus optimistis dengan pemain-pemain kami. Kita harus melihat negara lain untuk menjadi pemicu semangat untuk kembali bersaing,” paparnya.

 

About Jago Bola

JagoBola.com Situs Prediksi Bola Online dan Berita Bola Online Terupdate, Prediksi Sepak Bola, Berita Sepak Bola, News, Gosip Artis

Check Also

Susy Susanti Evaluasi Penampilan Tim Indonesia

Susy Susanti Evaluasi Penampilan Tim Indonesia GUANGZHOU – Pebulutangkis Indonesia tidak berhasil membawa pulang titel ...