Home / Sports / Badminton / Conrad-Petersen Puji Perubahan Istora Senayan

Conrad-Petersen Puji Perubahan Istora Senayan

Conrad-Petersen Puji Perubahan Istora Senayan

Pasangan ganda putra Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, beraksi saat menghadapi ganda Korea Selatan, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong, pada babak pertama All England di Barclaycard Arena, Birmingham, Rabu (4/3/2015).

Pebulutangkis ganda putra Denmark, Mads Conrad-Petersen, memuji kebolehan ganda putra Indonesia. Pasangan main Mads Pieler Kolding ini memang beberapa kali tersandung wakil-wakil Indonesia di sejumlah turnamen internasional.

Dalam laga terakhir pekan lalu, Duo Mads dihadang oleh pasangan muda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di babak semifinal Malaysia Masters 2018. Dalam beberapa turnamen sebelumnya, Mads/Mads ditaklukkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, andalan Indonesia yang kini menempati rangking satu dunia.

“Ganda putra Indonesia semakin berkembang, sekarang menjadi sektor terkuat Indonesia. Indonesia juga punya tunggal putra yang bagus. Minggu lalu kami kalah dari Fajar/Rian, saya rasa mereka akan menjadi pemain yang bagus di masa depan,” ujar Petersen yang ditemui di konferensi pers Daihatsu Indonesia Masters 2018.

“Yang paling susah adalah melawan Kevin/Marcus. Mereka saat ini pasangan rangking satu dunia yang memenangi tujuh gelar super series tahun lalu, mereka masih yang terbaik. Tetapi ini bagus buat kami, jadi kami bisa mencoba lagi dan terus berlatih agar bisa mengalahkan mereka lagi. Kami menang di dua pertandingan pertama melawan mereka, tentunya kami tidak senang dengan empat kekalahan beruntun di pertemuan terakhir,” jelasnya.

“Tapi saya senang melawan pasangan dengan Indonesian style, menurut saya mereka sangat skillful. Walaupun kadang kalah, kadang menang lawan pasangan Indonesia, namun kami tetap menikmati pertandingan tersebut,” ujar Petersen.

Di babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2018, Duo Mads kembali berhadapan dengan ganda putra Indonesia. Kali ini pasangan kombinasi baru, Mohammad Ahsan/Angga Pratama yang akan menjadi lawan Mads/Mads.

“Secara individu, Ahsan dan Angga pemain yang bagus. Kami sudah pernah bermain melawan mereka beberapa kali. Saya rasa peluangnya 50-50, tentu kami berharap bisa menang walaupun kami tahu ini akan sulit,” ungkap Petersen.

Petersen juga kagum dengan wajah baru Istora. Ia mengaku kaget saat memasuki Istora yang telah direnovasi. “Istora sangat cantik, waktu melihat Istora, kami kaget. Dari tempat duduknya, ruang gantinya, menurut saya ini bagus untuk para pemain. Kami tidak sabar bertanding di Istora yang baru. Walaupun masih ada angin, masih susah bermain di Istora. Tetapi atmosfernya tetap sama, penonton sangat dekat ke lapangan,” sebutnya.

Pertandingan babak utama ganda putra Daihatsu Indonesia Masters 2018 akan berlangsung Rabu (24/1)

Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Guard Utah Jazz Menangi Kontes Slam Dunk NBA All Star 2018

Guard Utah Jazz Menangi Kontes Slam Dunk NBA All Star 2018 Shooting guard Utah Jazz, ...