Home / News / Sandiaga: Ibu Saya Takut Anaknya Selewengkan Uang Rakyat

Sandiaga: Ibu Saya Takut Anaknya Selewengkan Uang Rakyat

Sandiaga: Ibu Saya Takut Anaknya Selewengkan Uang Rakyat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (16/1/2018).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, surat panggilan pemeriksaan dirinya dari Polda Metro Jaya dikirimkan ke rumah orangtuanya dan telah diterima pada Rabu (17/1/2018) pagi.

Sandiaga bercerita, surat panggilan pemeriksaan itu diterima sang Ibu, Mien Uno. Menurut Sandi, ibunya itu langsung khawatir anaknya menyelewengkan uang rakyat.

“Rupanya dikirim ke rumah orangtua saya. Jadi bikin Ibu saya deg-degan. Saya mohon maaf ke Ibu saya, sampaikan bahwa enggak usah takut, ini bukan tentang tugas saya di Pemprov. Yang dia takutin kan anaknya itu menyelewengkan uang rakyat,” ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu malam.

Menurut Sandiaga, kasus yang menyeret namanya itu merupakan sengketa antara dua pengusaha.

Kasus itu terjadi saat dia masih menjadi pengusaha. Kasus itu tidak berkaitannya dengan jabatannya saat ini.

“Ini kasus yang sudah terjadi belasan tahun yang lalu semasa saya menjadi pengusaha. Ini sebetulnya buka-bukaan saja bahwa ini ada dua kubu pengusaha besar yang berseteru,” kata dia.

Sandiaga pun memastikan akan memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Kamis (18/1/2018) besok. Dia akan didampingi pengacara dari Biro Hukum DKI Jakarta.

Sandiaga berjanji akan memberikan informasi apa pun kepada penyidik tanpa ada yang ditutupi.

“Besok rencananya setelah membuka dan memimpin rapat di Kantor Wapres mengenai kemiskinan, saya akan menghadiri panggilan dari teman-teman di Polda untuk menjadi saksi,” ucap Sandiaga.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Sandiaga pada Kamis besok.

Sandiaga diperiksa sebagai saksi terlapor dalam kasus dugaan penggelapan lahan dan tindak pidana pencucian uang.

Berdasarkan surat pemanggilan yang beredar, penyidik telah meningkatkan kasus itu ke tahap penyidikan.

Rekan bisnis Sandiaga dalam kasus yang sama, yakni Andreas Tjahjadi, ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan surat panggilan dari polisi, Sandiaga disebut pernah mangkir dari panggilan polisi pada 11 Oktober 2017.

Saat itu, kuasa hukum Sandiaga meminta agar pemeriksaan ditunda setelah kliennya dilantik menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Acuhkan Teriakan Warga, Asep Tewas Tertabrak Kereta Api di Tebet

Acuhkan Teriakan Warga, Asep Tewas Tertabrak Kereta Api di Tebet JAKARTA – Masyarakat Bukit Duri ...