Home / News / PKB Bersyukur Berhasil Perjuangkan RUU Pesantren

PKB Bersyukur Berhasil Perjuangkan RUU Pesantren

PKB Bersyukur Berhasil Perjuangkan RUU Pesantren

JAKARTA – Tubuh Legislasi (Baleg) DPR pada akhirnya mengambil keputusan Perancangan Undang-undang (RUU) Pesantren serta Pendidikan Keagamaan jadi RUU ide DPR.

Pengesahan RUU ini bisa menjadi tonggak keadilan dalam masalah ketidakadilan dalam dunia pendidikan.

Ketua Fraksi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di MPR Jazilul Fawaid menyampaikan, begitu bahagia serta bersukur PKB sukses memperjuangkan kebutuhan pesantren.

Ditambah lagi, sambung dia, PKB semenjak awal sudah menginisiasi RUU itu lewat team yang sudah lama dibuat.

“Sudah lebih dari setahun PKB membuat team spesial untuk memperjuangkan RUU ini. Semoga hal seperti ini jadi titik awal bangun pemerataan keadilan pendidikan, terpenting dunia pesantren yang sejak dahulu kurang memperoleh perhatian,” kata Jazilul dalam info tertulisnya, Jumat (14/9/2018).

Oleh karenanya, Jazilul meneruskan, menjadi partai berbasiskan penduduk pesantren atau Nahdliyin, bahkan juga rata-rata kader PKB juga lulusan pesantren telah semenjak awal memulai serta mengawal bahasan RUU ini.

Seperti didapati, RUU Pesantren serta pendidikan keagamaan sudah diusulkan FPKB supaya masuk prolegnas semenjak tahun 2013. Dengan diputuskan jadi RUU menjadi saran ide DPR, Jazilul juga bersukur perjuangan PKB membawa hasil.

RUU ini mengamanatkan negara supaya lebih memperkuat pendidikan pesantren, baik dari sisi permodalan, pernyataan ataupun penyelarasan kurikulum dengan instansi pendidikan yang dikelola negara lewat kementerian agama ataupun kemendikbud.

Setelah itu PKB selalu berjuang supaya RUU ini disahkan jadi UU (undang-Undang). “Memang perjuangan kita tidak sampai disini saja, kita tetap akan menggerakkan supaya disahkan jadi UU, kemudian PKB akan turut aktif mengawal aplikasi UU ini sampai betul-betul dirasa efeknya oleh pesantren,” papar Jazil yang lulusan Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik

Dia memberikan RUU ini bisa menjadi histori awal penguatan pesantren. Karena, menjadi institusi pendidikan paling tua di Indonesia, pesantren belumlah seutuhnya mendapatkan pernyataan negara.

“Jangan di tanya sumbangsih pesantren pada negara, sangat banyak, jika penduduk di kampung-kampung sich banyak yang mengaku peranan pesantren, tetapi pernyataan negara belumlah seutuhnya, sekarang saatnta negara memberi pernyataan yang patut untuk pesantren,” kata Jazilul.

 Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Duduk di Motor, Bocah 10 Tahun Terluka Ditabrak Hummer

Duduk di Motor, Bocah 10 Tahun Terluka Ditabrak Hummer JAKARTA – Seseorang bocah lelaki bernama ...