Home / News / Keinginan JK Pertahankan Airlangga Ganggu Komitmen Jokowi

Keinginan JK Pertahankan Airlangga Ganggu Komitmen Jokowi

Keinginan JK Pertahankan Airlangga Ganggu Komitmen Jokowi

Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik.

Pengamat politik dari Univestitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat, pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tak mempermasalahkan rangkap jabatan Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian dan Ketua Umum Partai Golkar, dapat merusak komitmen Presiden Joko Widodo terhadap pemerintahan yang profesional.

“Keinginan JK akan mengganggu (komitmen) Presiden Jokowi. Apalagi jika Jokowi itu ikut saran JK untuk tidak mengganti Airlangga,” ujar Hendri kepada Kompas.com, Rabu (11/1/2018).

Menurut dia, saat ini publik menunggu keputusan Presiden Jokowi mengenai nasib Airlangga yang merangkap jabatan.

Hendri mengatakan, jika Presiden Jokowi tidak mencopot Airlangga dari jabatan Menperin, publik akan menagih janjinya soal pemerintahan yang profesional dan pernyataan Jokowi terdahulu soal menteri tidak boleh rangkap jabatan.

Isu ini, menurut Hendri, pasti langsung digunakan lawan politik Jokowi untuk menggerus elektabilitasnya menjelang Pemilihan Presiden 2019.

“Isu ini yang akan terus digunakan oleh lawan politik bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjaga komitmennya,” ujar Hendri.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai, tak masalah jika Airlangga Hartarto merangkap jabatan sebagai Ketua Umum Golkar dan Menteri Perindustrian.

Menurut dia, tugas kepartaian bisa diemban Airlangga meski merangkap sebagai pembantu Presiden Joko Widodo di Kabinet Kerja.

“Waktu saya Wapres dulu, malah ketua partai juga. Tidak bermasalah,” kata Kalla di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (20/12/2018).

Kalla mengatakan, bahkan beberapa politisi lain yang bersatus ketua umum partai juga menjabat sebagai Presiden RI.

Mereka adalah Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI-P, dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Ibu Mega juga ketua partai, SBY juga ketua partai, dia presiden. Tergantung Presiden kebijakannya,” kata Kalla.

Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Sandiaga Uno Belum Pasti Hadiri Reuni Akbar 212

Sandiaga Uno Belum Pasti Hadiri Reuni Akbar 212 TEMANGGUNG – Calon Wakil Presiden nomer urut ...