Home / News / Bupati Manggarai Timur: Bupati yang Terlibat Politik Siap Di-“recall”

Bupati Manggarai Timur: Bupati yang Terlibat Politik Siap Di-“recall”

Bupati Manggarai Timur: Bupati yang Terlibat Politik Siap Di-“recall”

Bakal calon wakil bupati Manggarai Timur dari pasangan perseorangan, Frans Anggal, sedang menandatangani berita acara pendaftaran di Kantor Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, Senin (8/1/2018).

Ucapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat pertemuan dengan semua kepala daerah di Indonesia pada 23 Oktober 2017 menegaskan bahwa bupati yang terlibat politik saat masa pesta demokrasi di seluruh Indonesia harus siap di-recall.

“Apabila ada bupati yang memihak kepada salah satu kandidat pada pemilihan umum di masing-masing daerah di Indonesia siap di-recall,” ucapnya.

Demikian ditegaskan Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote yang didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah Manggarai Timur, Boni Hasudungan, di pintu masuk Kantor Bupati Manggarai Timur, Lehong, Flores, NTT, Senin (8/1/2018).

Tote mengatakan, walaupun semua kandidat yang maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Manggarai Timur 2018 adalah keluarganya, dia tetap berada di tengah-tengah dan tidak memihak ke salah satu kandidat karena masih menjabat sebagai Bupati Manggarai Timur.

“Saya tegaskan bahwa saya jalan di tengah-tengah karena saya masih Bupati Manggarai Timur yang tidak memihak ke salah satu kandidat,” jelasnya.

Bupati Manggarai Timur dua periode ini menuturkan, dia tetap menjalankan program-program kepemerintahan sampai masa jabatan berakhir.

“Saya tetap bekerja untuk Kabupaten Manggarai Timur. Yang urus politik ya politik, yang urus pemerintah ya pemerintah,” kata Tote.

Dia menambahkan, pesta demokrasi di Manggarai Timur yang dimulai dengan pendaftaran tidak mengganggu roda pemerintahan yang sedang berjalan. Mungkin beberapa persen saja yang mengganggu. Namun, secara keseluruhan program-program pembangunan tetap berjalan sampai berakhirnya masa jabatan Bupati Manggarai Timur.

“Secara teori hanya sedikit saja yang mengganggu roda kepemerintahan. Selaku Bupati Manggarai Tmur tetap menjalankan program-program pembangunan. Iya toh,” ujarnya.

Tote mengungkapkan, siapa pun bupati yang nantinya terpilih, itulah bupati seluruh rakyat Manggarai Timur.

Saat ditanya Kompas.com, Senin (8/1/2018), mengenai arah dukungannya, Bupati Tote menjawab bahwa dia masih Bupati Manggarai Timur sehingga tidak memihak ke salah satu kandidat.

Untuk diketahui, ada empat pasangan kandidat yang maju pada Pilkada Manggarai Timur 2018 yang diusung melalui jalur partai politik. Keempat kandidat itu adalah Frans Sarong-Kasmir Don, dengan nama Paket Sarnnas yang diusung oleh Partai Golkar-Partai Gerindra dengan tujuh kursi.

Partai Golkar memiliki tiga kursi di DPRD Manggarai Timur, sedangkan Partai Gerindra memiliki empat kursi di DPRD Manggarai Timur. Juga pasangan Andreas Agas-Stefanus Jaghur. Andreas Agas adalah Wakil Bupati incumbent Manggarai Timur. Pasangan ini diusung oleh PAN, PKS, dan PBB dengan enam kursi dukungan.

Selanjutnya pasangan Tarsisius Sjukur-Yoseph Biron Aur yang diusung oleh PKB, Hanura, dan PKPI. Juga pasangan Marselis Karong Sarong-Paskalis Serajudin yang dusung oleh PDI Perjuangan, Nasdem, dan Demokrat. Ada pula pasangan perseorangan, Bonifasius Uha dan Frans Anggal, yang sudah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Manggarai Timur, Senin (8/1/2018).

Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Punya Motor Lawas, Baiknya Jangan Ubah Bentuk

Punya Motor Lawas, Baiknya Jangan Ubah Bentuk Mengubah bentuk sepeda motor lewat modifikasi kerap dianggap ...