Home / News / 84 Negara Jadi Korban Serangan DDo di Q4 2017

84 Negara Jadi Korban Serangan DDo di Q4 2017

84 Negara Jadi Korban Serangan DDo di Q4 2017

84 Negara Jadi Korban Serangan DDo di Q4 2017

Jumlah negara sebagai korban serangan botnet DDoS alami penurunan dari sejumlah 98 jadi 84 negara pada kuartal ke-4 ini. Vietnam masuk dalam posisi negara yang paling banyak terserang, menukar Hong Kong di tempat 10 tertinggi.

Walau alami fluktuasi kecil, negara-negara yang tempati tempat 10 besar sedikit beralih. Kanada, Turki serta Lithuania, disamping itu, masuk 10 negara tertinggi dimana server C & C yang mengatur botnet DDoS ada, menggantikan tempat Italia, Hong Kong serta Inggris.

Sesudah kenaikan tajam di Q3, pembagian botnet Linux tetaplah pada tingkat yang sama di kuartal ke-4 ini (71% vs 29% untuk botnet Windows). Tetapi, persentase serangan SYN DDoS turun dari 60% jadi 56% karna penurunan kesibukan oleh bot Xor DDoS Linux. Mengakibatkan, pembagian serangan UDP, TCP serta HTTP bertambah, walau persentase serangan ICMP selalu alami penurunan serta menjangkau rekor paling rendah untuk 2017 (3%).

” Anda tidak mesti jadi tujuan segera untuk jadi korban serangan DdoS. Saat ini, DDoS adalah instrumen untuk membuat kondisi yang susah atau hasilkan uang dengan ilegal, serta serangan ini bisa membahayakan tidak cuma perusahaan besar serta populer bahkan taraf kecil, ” tutur Kirill Ilganaev, Kepala Kaspersky DDoS Protection Kaspersky Lab, lewat info tertulisnya, Jumat (23/2/2018).

Statistik Kaspersky DDoS Protection, yang meliputi data tentang kesibukan botnet dan sumber yang lain, tunjukkan ada penurunan kepopuleran serangan DDoS yang cuma memakai cara flood HTTP atau HTTPS – dari 23% di th. 2016 hingga 11% pada th. 2017. Ketika berbarengan, frekwensi serangan dengan berbarengan memakai sebagian cara bertambah dari 13% jadi 31%.

Hal semacam ini mungkin saja berlangsung karna kesusahan dan cost yang diperlukan untuk mengatur serangan HTTP (S), sesaat serangan kombinasi sangat mungkin penjahat siber untuk memadukan keefektifan dengan cost yang lebih rendah.

Saat mengulas tentang waktu serangan DDoS lewat botnet, serangan terpanjang yang berlangsung di beberapa bln. akhir 2017 cuma berjalan sepanjang 146 jam. Korban dari serangan ini yaitu website punya perusahaan China yang mengajarkan langkah memasak makanan tradisionil Asia.

” Tetapi, argumen dibalik serangan yang paling mengakibatkan kerusakan dalam periode pelaporan ini berbentuk politis, umpamanya serangan DDoS yang membidik kantor statistik Republik Ceko serta website situs dari Mahkamah Konstitusi Spanyol. Dan usaha untuk memperoleh keuntungan dari perubahan nilai ganti Bitcoin Website BTG serta bursa Bitcoin Bitfinexmenjadi tujuan serangan, ” tutur Ilganaev.

Post By : Jagobola.com

About jagoanbola

Check Also

Sandiaga Uno Belum Pasti Hadiri Reuni Akbar 212

Sandiaga Uno Belum Pasti Hadiri Reuni Akbar 212 TEMANGGUNG – Calon Wakil Presiden nomer urut ...