Home / Berita Bola / Nyaris Buntu, Arema Menang Tipis

Nyaris Buntu, Arema Menang Tipis

Nyaris Buntu, Arema Menang Tipis

Nyaris Buntu, Arema Menang Tipis

Jagobola.com – Arema Cronus nyaris buntu dan hanya mencatat kemenangan tipis di leg pertama babak delapan besar Piala Presiden 2015. Bermain di hadapan setidaknya 30.000 Aremania yang menjejali Stadion Kanjuruhan, Sabtu 19 September 2015 malam WIB, Arema mencatat kemenangan 2-1.

Bahkan Arema sempat tertinggal lebih dulu melalui penalti Lerbi Aliandri menit 65′ setelah Bayu Gatra dijatuhkan Fabiano Beltrame. Arema yang merombak tim di pertengahan babak kedua, mengejar skor melalui Hendro Siswanto menit 76′ dan Samsul Arif menit 87′.

Dengan hasil ini Arema tinggal membutuhkan hasil minimal seri pada leg kedua di Bali nanti. Samsul Arif pantas disebut sebagai penampil terbaik. Mencetak gol penentu kemenangan tim, dia juga menjadi momok bagi bek Bali United.

Samsul yang bergerak di sayap kanan sering membuat teror di sekitar kotak penalti. Dribble dan kecepatannya sangat sulit dibendung, terbukti dengan golnya yang melewati tiga pemain bertahan lawan di dalam kotak penalti sebelum melepas bola ke pojok kiri bawah gawang.

Entah dari mana dia mendapatkan energi demikian besar untuk terus berlari kencang sepanjang pertandingan. Saat mencetak gol di menit akhir yang seharusnya stamina berkurang drastis, Samsul menunjukkan dirinya masih tetap menggelora dan tenang melakukan dribble.

Secara keseluruhan Arema seharusnya bisa mencetak empat-lima gol andai bisa efisien memanfaatkan peluang. Pada babak pertama, dua peluang bersih Cristian Gonzales tak menemui sasaran. Sedangkan di paruh kedua giliran Lancine Kone yang menjadi aktor.

Satu tendangan Kone menyambar mistar gawang, sedangkan upaya selanjutnya tepat dalam pelukan kiper I Komang Arya. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Arema Joko Susilo patut diberi kredit tersendiri. Memasukkan Hendro Siswanto menggantikan Juan Revi menjadi rotasi sempurna.

Hanya dua menit di lapangan, Hendro langsung mengoyak kebuntuan timnya dengan sepakan keras dari dalam kotak pinalti Bali United. Arema juga lebih progresif di paruh akhir babak kedua karena membuat Bali United tidak mampu berkembang untuk kembali menciptakan gol.

Performa Bali United sendiri tak bisa dibilang buruk walau selalu di bawah bayang-bayang tuan rumah. Apa yang dilakukan Bayu Gatra yang membuat Fabiano Beltrame melakukan tekel berbahaya, membuktikan mereka punya kemampuan untuk mengancam.

Untuk seukuran tim yang tak memakai satu pun pemain asing dan banyak memakai pemain muda, kemampuan tim ini sudah sangat lumayan. Satu gol yang diciptakan di Kanjuruhan cukup penting karena mereka butuh kemenangan 1-0 saja saat bermain di Bali.

“Terlepas dari kekalahan ini, tim bermain cukup baik dan bisa memberikan perlawanan. Mencetak satu gol di sini bisa sangat berarti untuk leg kedua nanti. Saya akan mempersiapkan leg kedua karena pilihan kami hanyalah memenangkan pertandingan,” kata Indra Sjafri, Coach Bali United.

Soal dua gol beruntun di akhir babak kedua, eks pelatih Tim Nasional U-19 ini mengatakan timnya mengalami sedikit penurunan fokus. “Kami kurang sigap melakukan antisipasi. Tapi di pertemuan kedua nanti semuanya masih bisa terjadi,” demikian Indra.

Sementara, Pelatih Arema Cronus Joko Susilo mensyukuri kemenangan yang diperoleh dengan susah payah dan sempat tertinggal lebih dulu. Walau margin satu gol sebenarnya belun meyakinkan, dirinya sudah senang dengan kemenangan ini dan optimistis menatap leg kedua.

“Di babak pertama kami menemui problem seperti sebelumnya, tidak efisien dalam pemanfaatan peluang. Babak kedua saya coba melakukan perubahan dan ternyata ada hasilnya. Terima kasih untuk pemain yang tak kenal lelah memburu kemenangan,” ujar Joko ‘Gethuk’.

Dia juga mengapresiasi dukungan supporter Aremania yang total memberikan asupan moril ke pemain. “Upaya keras kami di lapangan salah satunya karena tak ingin mengecewakan Aremania. Sekarang kami tinggal bersiap untuk mengamankan situasi di leg kedua,” urai penerus tugas mendiang Suharno ini.

Soal permainan keras yang dipertontonkan pemainnya dan cenderung emosional, Joko tidak begitu mengkhawatirkan. Dia menyatakan Arema memang memiliki karakter pemain keras san menurutnya itu bukan masalah asalkan tetap dalam koridor fairplay.

About jagoanbola

Check Also

City Akan Merindukan De Bruyne

City Akan Merindukan De Bruyne Manchester – Kevin De Bruyne mesti mangkir lumayan lama karena ...