Home / Berita Bola / Final Lawan Prancis serta Masalah Kroasia yang Masih tetap Belumlah Selesai

Final Lawan Prancis serta Masalah Kroasia yang Masih tetap Belumlah Selesai

Final Lawan Prancis serta Masalah Kroasia yang Masih tetap Belumlah Selesai

Jakarta – Finalis Piala Dunia 2018 telah komplit. Prancis akan hadapi Kroasia, sebagai pertandingan ulangan semi final Piala Dunia 1998.

Pertandingan persaingan perebutan trofi juara dunia pada Prancis vs Kroasia akan diselenggarakan di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7) malam WIB. Itu ialah pertemuan pertama ke-2 team di Piala Dunia mulai sejak Prancis menaklukkan Kroasia 2-1 di semi final dua dekade yang lalu.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, akan jadi ‘penghubung’ duel besar ini. Jauh sebelum saat melatih, Deschamps ialah gelandang serta kapten yang memimpin Les Bleus mencapai gelar juara dunia pertamanya.

Selain itu sukses Kroasia maju ke partai puncak adalah satu surprise, sekurang-kurangnya jika perkiraan itu dikerjakan di awalnya kompetisi. Serupa dengan laju surprise Kroasia di Piala Dunia 1998.

Kroasia ialah team debutan Piala Dunia yang statusnya berangsung-angsur beralih jadi kuda hitam. Di set penyisihan, Kroasia finish menjadi runner-up dibawah Argentina-nya Gabriel Batistuta.

Di pimpin Davor Suker, laju surprise Kroasia berlanjut dengan singkirkan Rumania 1-0 di set 16 besar. Kroasia mulai dihitung sesudah dengan mengagetkan mendepak team favorite juara Jerman. Lebih oke lagi, Kroasia menang telak 3-0 dari Jerman yang di isi pemain-pemain top jenis Lothar Matthaeus, Oliver Bierhoff, Dietmar Hamannn, Thomas Hassler, Juergen Klinsmann, serta Andreas Koepke.

Ujian besar Kroasia hadir di set empat besar waktu menantang tuan-rumah Prancis di Stade de France, 8 Juli. Di depan 76 ribu gunakan mata, laga selesai sama kuat tanpa ada gol di selama set pertama.

Selesai turun minum, Kroasia membungkam umum Prancis. Aljosa Asanovic kirim umpan lambung dari ruang lapangan tengah ke depan, yang dikerjakan Suker dengan tendangan kaki kiri tanpa ada dapat dihentikan Fabian Bartez. Kroasia juga memimpin 1-0 pada menit 46.

Kelebihan Kroasia cuma bertahan kurang dari semenit. Prancis segera merepons untuk menyeimbangkan permainan 1-1. Bekerja bersama dengan Youri Djorkaeff, Lilian Thuram bebas di kotak penalti. Sebelum saat penjaga gawang Drazen Ladic dapat tutup ruangan tembaknya, Thuram menceploskan bola ke gawang Kroasia.

Prancis bersorak kembali pada menit ke-70 waktu cetak gol ke-2 untuk berbalik unggul. Thuram memberikan mimpi jelek untuk Kroasia selesai melanjutkan umpan Thierry Henry dengan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti.

Dalam kondisi Kroasia ketinggalan, laga makin panas. Prancis dipaksa bermain dengan 10 orang sesudah Laurent Blanc diganjar kartu merah wasit Jose Maria Garcia-Aranda asal Spanyol, karena memukul Slaven Bilic dalam kondisi sepakan bebas di ruang bertahan Kroasia.

Zinedine Zidane hampir pastikan kemenangan Prancis tetapi tindakan individunya di bagian kanan pertahanan Kroasia disudahi dengan tembakan yang melebar. Selain itu, Kroasia hampir membuat gol penyama namun digagalkan oleh penyelamatan gemilang Barthez.

Hasil ini mengantarkan Prancis ke final, sekaligus juga hentikan debut sensasional Kroasia. Team Ayam Jantan lalu jadi juara selesai menaklukkan Brasil 3-0, sedang Kroasia pastikan tempat ke-3 dengan kemenangan atas Belanda 2-1.

Atmosfer balas dendam akan menyelimuti Kroasia saat bertemu lagi dengan Prancis di akhir minggu kelak. Kesempatan untuk Kroasia untuk menyelesaikan masalah yang belumlah usai ini.

” Pada 1998, saya berada di Prancis untuk tiga laga awal menjadi seseorang supporter. Kebanyakan orang di Kroasia mengingat pertandingan itu, waktu Thuram cetak gol serta kami kalah 1-2. Hal tersebut jadi tema bahasan sepanjang 20 th. paling akhir, ” papar kata pelatih Kroasia Zlatko Dalic selesai timnya menaklukkan Inggris di semi final.

Post By : JagoBola.com

About jagoanbola

Check Also

Bersama dengan Emery sang Spesialis Liga Europa, Mkhitaryan Incar Titel Juara

London – Henrikh Mkhitaryan tidak ingin Arsenal sebatas numpang melalui di Liga Europa. Diakukan oleh ...